MEMAHAMI FIBER OPTIC

Memahami Fiber Optic

  • Penyambungan kabel fiber optic menggunakan splicer
Dalam jaringan kabel titik rawan ganguan pada titik sambung. Penyebab gangguan pada kabel adalah masuknya air kedalam closure. Dalam kurun waktu 5 s/d 10 tahun karakteristik kabel akan menurun. Dengan demikian penyambungan kabel serat optik harus mengikuti prosedur yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya.

-Alat-alat yang digunakan :

1. ARC Fusion Splicer Fujikura FSM – 50S 
2. High Precision Cleaver Fujikura CT – 30 
3. Voksel Kabel Serat Optik / SM. DD LT 12/2T 
4. Termofit / Protection Slip 
5. Sealing Tape 
6. Join clousure / universal clousure 
7. Pengupas Kabel Optik 
8. Pemotong Kabel Optik 
9. Alkohol 
10.Sarung Tangan 
11.Tissue

. Langkah penyambungan : 

1. Terlebih dahulu masukkan plastik khusus (protection sleeve) untuk melindungi bagian core yang         telah di-splice satu persatu dengan diberi tanda dengan spidol.
2. Kupas core dari jaketnya menggunakan tang pengupas (fiber stripper) dengan cara memposisikan        tang agak miring, tahan lalu tarik ke ujung core secara perlahan. 
3. Setelah terkupas bersihkan core dengan tissue yang sudah dibasahi dengan alkohol sampai                  gesekannya mengeluarkan bunyi. Lakukan sebanyak 3 kali lalu keringkan dengan tissue. 
4. Lalu masukkan ke dalam pemotong core (fiber cleaver) dimana kita menempatkan ujung jaket            pada skala antara 15 dan 20 mm, lalu potong. Pada saat memotong, pisau harus dijalankan dengan      kecepatan yang sesuai dan konstan.
5. Setelah itu kita masukkan ke dalam splicer yang berfungsi menyambung core dengan teknik                fusion. Jangan sampai ujung core menyentuh sesuatu benda sebab akan menambah redaman. 
6. Kemudian tekan tombol set maka secara otomatis splicer akan meleburkan kedua core dan                  menyambungnya. Tunggu sampai layar menunjukkan estimasi redaman lalu tekan reset maka              layar akan kembali ke tampilan awal.
7. Setelah itu keluarkan core tersebut lalu geser plastik khusus tadi ke sisi core yang telah mengalami      proses splice. Kemudian masukkan ke bagian splicer yang berfungsi untuk memanaskan plastik           tersebut dan tekan heat. Tunggu sampai splicer mengeluarkan bunyi lalu keluarkan. 
8. Kemudian letakkan core kembali ke dalam kaset seperti semula.

  • Splicing Kabel Fiber Optic
       Fiber optik / serat optik / kabel fiber optik dapat dihubungkan satu sama lain dengan metode pemasangan konektor (terminasi) atau dengan menghubungkan langsung antar kabel fiber optik (Splicing).
      Fusion splicing adalah tindakan bergabung dua serat optik end-to-end dengan menggunakan panas. Tujuannya adalah untuk memadukan dua serat bersama-sama sedemikian rupa sehingga sinar yang melewati serat tidak tersebar atau dipantulkan kembali.
Proses splicing melibatkan fusi menggunakan panas lokal untuk mencairkan atau sekering dua ujung serat optik bersama-sama. Proses splicing diawali dengan menyiapkan setiap akhir serat untuk fusi.

 cara splicing kabel  fiber optik
  • Pertama  adalah mempersiapkan toolkit untuk memulai splicing kabel fiber optik peralatan mendasar untuk memperlakukan sebuah kabel seperti tang potong, tang untuk mengupas, gunting, dll.
  • Siapkan kabel fiber optik dan patchcord nya,  OTB (Optical Terminal Box), kali ini kami gunakan OTB dengan ukuran 12 core.
  • Proses 1, 2 sudah siap kita cek dulu peralatan yang utama yaitu “Fusion Splicer” apakah sudah ada/siap. pekerjaan tak akan bisa tanpa alat ini

Pekerjaan inti dari splicing kabel fiber optik
  • Pertama-tama baca basmallah dl, biar diberi kelancaran dan siapin air putih yang banyak jika haus nanti.
  • Kupas kabel fiber optic seperti hal nya dalam proses terminasi 
  • Langkah selanjutnya menata kabel fiber optik tersebut beserta patchcord yang akan disambung ke dalam OTB, masing-masing patchcord di masukkan fusion sleeve, yang berfungsi sebagai pelindung sambungan antara kabel fiber optik dan patchcord nantinya.
  • Sebelum melakukan penyambungan (fusion) sebaiknya kita sudah mempunyai gambaran akan menyusun/susunan kabel di tray OTB.
  • Pastikan setiap kabel fiber optikdalam keadaan bersih. untuk membersihkannya bisa menggunakan Alkohol.
  • Proses penyambungan (fusion) kita mulai dengan memotong ujung-ujung fiber optik dan patchcord dengan pemotong yang diberikan dalam set fusion splicer.
  • Masukan ujung fiber optik di sebelah kiri fusion splicer dan patchcord di ujung kanan, tutup fusion splicer dan tekan tombol fusion splicer untuk memulai proses penyambungan (fusi).
  • Fusion Splicer akan memberikan/mengeluarkan notifikasi jika penyambungan/fusi tidak berhasil, lakukan proses pembersihan dengan alkohol. dan ulangi proses penyambungan/fusi.
  • Jika proses penyambungan berhasil, tutup sambungan dengan fusion sleeve dan kemudian panaskan/oven dengan fusion splicer (biasanya terdapat di bagian depan fusion splicer).
  • Proses pengovenan selesai setelah terdengar bunyi indocator dari fusion splicer, proses splicing berhasil dan selesai.
  • Lakukan proses tersebut sesuai banyaknya kabel yang ingin kita sambung/splicing atau sesuai dengan core otb nya.
  • Semua kabel telah tersambung dengan baik/benar, kita susun kabel kabel fiber optik tersebut dengan memutar-mutarnya ke dalam tray dengan rapi.
  • Proses pengerjaan splicing sampau tahap ini sudah selesai, kita bisa tutup tray dan Alhamdulillah.

Kerugian Fiber Optic
  • Biaya yang mahal untuk peralatannya.
  • Sulitnya membuat terminal pada kabel serat.
  • Perlu konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya, yang cukup rumit. 
  • Untuk perbaikan yang kompleks perlu tenaga ahli di bidang ini. 
  • Penyambungan serat harus menggunakan teknik dan ketelitian yang tinggi.
  • Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupaan kelemahannya, karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.
  • Dapat menyerap hidrogen yang menyebabkan loss data

Prosedur K3 
  1. Dalam penyambungan kabel fiber optik
  • Kebersihan tempat maupun alat kerja.  Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi), Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain, Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti potongan optik, jelly yang menempel dan kotoran lainnya.
  • Kelengkapan keselamatan kerja. Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure / sarana alat sambung maupun penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja yaitu: Sarung tangan, Isolasi / Lak ban, Kacamata pelindung.
  • Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja. Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabelGunakan alat / perkakas kerja yang benar, Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan kulit kabel, terminasi kabel, Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel.
  •  Pekerjaan penyambungan fiber (serat) optika)    Gunakanlah sarung tangan, Gunakan kacamata pelindung mata (bila ada),  Sisa potongan optik dibersihkan dari alat maupun tempat kerja dengan cara diambil dengan lack band dan dibungkus kembali dengan lack band, kemudian dibuang ke tempat sampah, Jangan menyentuh langsung fiber optik yang sudah dikupas dengan tangan telanjang, Jangan meniup potongan fiber optik.
       2. Keselamatan kerja di jalan.
  • Perijinan, Kewajiban penanggung jawab lapangan,  Memprediksi arus lalu lintas, terutama jam sibuk, Mencegah masuknya pihak ketiga, Bila perlu menempatkan petugas lalu-lintas.
  • Penempatan material dan peralatan kerja, Atur peralatan dan material agar tidak mengganggu lalulintas, Gunakan lampu penerangan, khususnya malam hari.
  • Cara parkir, Aktifkan rem tangan dan persneling pada rendah atau posisi mundur, Ganjal roda bagian depan maupun belakang, Menyediakan jalur bagi pejalan kaki, Menyediakan jalur bagi kendaraan umum, Tempatkan kendaraan ke arah datangnya lalulintas.
  • Pemasangan rambu pengaman, Tujuan Untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang adanya kegiatan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
  • Jenis rambu-rambu, Papan peringatan, Lampu (flashing light), Safety cone, safety bar, pagar/ tali pembatas, bendera dll.
  • Hal-hal yang harus diperhatikan. Harus dipasang walaupun pekerjaan hanya sebentar, Harus jelas dan nampak dari kejauhan, Saat memasang, harus dilakukan dari arah datangnya kendaraan dan sebaliknya pada saat pengambilan, Pastikan rambu-rambu tersebut masih berfungsi dengan baik.
     3. Keselamatan Kerja di Manhole
  • Didalam MH kemungkinan ada gas-gas yang membahayakan atau berkurangnya oksigen yang tidak dapat dideteksi panca indera. Oleh sebab itu sebelum melakukan kegiatan didalam MH harus dilakukanVentilisasi, pengukuran gas, dan mengeluarkan air dari dalam MH, dll.
  • Hal-hal harus diperhatikan: Gunakan tangga khusus waktu masuk kedalam MH, Gunakan tali atau kantong untuk me- nurunkan/menaikkan material & peralatan, Bekerja di MH paling sedikit harus dilakukan 2 orang (1 orang harus berada diluar MH), Jangan menyalakan api di dalam MH
Video penyambungan kabel optic menggunakan splicer


Komentar